Senin, 30 November 2009

“Hilang Gemilang”

Aku melihat kotak
Aku melihat retak
Aku melihat hilang
Aku berada di ujung jalan
Aku bersama resah
Aku bersama bersama gundah
Aku bersama marah
Aku beradu dalam rindu
Aku merasa luka
Aku merasa duka
Tak ada tawa
Aku berkubang dalam cinta
Aku terhenti, tak kuat berlari
Tapi sayang, tak bisa kembali
Aku menatap terang
Tapi tak hilang
Aku menangkap bintang,
Tapi sayang tak ada gemilang,

Satu pagi, 08-12-2008
Sazkia Oktaria Raihani

Untukmu Bintang

Apa yang hilang sayang?

Terang tetap tak hilang dalam bintang.

Apa yang kau takutkan sayang?

Baju kesedihan dan gelap telah kau tanggalkan tadi malam,

Tertinggal dalam senyap 2008 yang tertidur panjang

Lupakan!

Berlarilah untuk bintang!

Agar kau tetap cemerlang,

Tak pernah pudar,

Malam tetap berjalan sayang,

Gelap tak selamanya datang,

Dia melangkah pelan menuju terangnya siang,

Jangan kau takutkan!

Cinta tetap berdentang sayang

Dalam alunan hari menunggu dentingan lonceng kematian,

Jangan kau ragukan!

Tetaplah berjalan sayang

Tinggalkan kenangan yang menjadi rintangan

Temukan bintang!

Yang hanya untukmu sayang,

abang,jangan takut akan masa depan

31 Desember 2008

Minggu, 29 November 2009

Kembali

Aku ingin berlari mengejar mentari, tapi begitu mentari itu kudekati, dia beranjak pergi
Aku ingin berjalan meniti pelangi, tapi begitu kuinjakkan kaki, pelangi berubah menjadi duri
Aku ingin terbang bersama bidadari,sayapku lenyap terbakar api
Aku ingin berpetualang di dunia mimpi, tapi begitu kumulai mimpi itu bahkan enggan diputar kembali
Mentari, pelangi, bidadari, mimpi,semuanya lenyap tak tersisa lagi
Adakah kumiliki senyum secerah mentari?
Masihkah hariku indah seperti pelangi?
Mampukah kuberdiri seelok bidadari?
Bisakah aku merajut mimpiku kembali?
Hari, aku telah kembali.

(Sazkia Oktaria Raihani)